Sabtu, 10 April 2010

Kanker Serviks - Waspadai Penyebab Kanker Serviks

When you're learning about something new, it's easy to feel overwhelmed by the sheer amount of relevant information available. This informative article should help you focus on the central points.
  • Kanker Serviks - Waspadai Penyebab Kanker Serviks

    Kanker Serviks - Waspadai Penyebab Kanker ServiksInfo kesehatan - info wanita sehat, Waspadai Penyebab Kanker Serviks , KANKER serviks tetap menjadi penyakit nomor satu yang bisa menyebabkan pasiennya meninggal. Saat ini, di dunia, setiap satu jam seorang wanita meninggal akibat kanker serviks.


    Dr Yusfa Rasyid SpOG dari Rumah Sakit MH Thamrin Internasional Salemba mengatakan, wanita berisiko tinggi terkena infeksi HPV onkogenik yang dapat menyebabkan kanker serviks.


    Keduanya berisiko terkena kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi atau kelanjutan infeksi yang disebabkan oleh HPV tipe onkogenik, ujarnya dalam acara seminar umum bertajuk Memahami Lebih Dalam Tentang Kanker Serviks dan Pencegahannya di RS MH Thamrin Internasional Salemba beberapa waktu lalu.


    Yusfa menuturkan, kanker serviks memiliki keganasan yang terjadi pada leher rahim (serviks), yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang sanggama (vagina).

    Kanker ini terjadi saat sel normal di serviks berubah menjadi sel kanker.


    Dijelaskan olehnya, perubahan ini biasanya memakan waktu 10 sampai 15 tahun sampai terjadi kanker. Maka dari itu, sebenarnya terdapat kesempatan yang cukup lama untuk mendeteksi melalui skrining dan penanganan secara cepat sebelum menjadi kanker serviks.


    Mendeteksi dan mencegah sejak dini adalah langkah tepat terhindar dari kanker serviks, jelasnya. Kanker yang disebabkan oleh virus human papilloma (HPV) sangat resisten terhadap panas dan proses pengeringan (desiccation).


    Sebenarnya, terdapat banyak tipe HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks. Di dunia, HPV tipe 16, 18, 45, 31,dan 52, secara bersamaan menjadi penyebab lebih dari 80 persen kasus kanker serviks. Dan hingga 80 persen wanita akan terinfeksi oleh HPV sepanjang masa hidupnya.


    Hopefully the information presented so far has been applicable. You might also want to consider the following:

    Hingga 50 persen dari mereka akan terinfeksi oleh virus HPV yang dapat menyebabkan kanker sepanjang masa hidupnya, ujarnya.


    Kebanyakan infeksi HPV bisa bertahan selama 8 bulan dan kemudian menghilang. Namun sesudah 2 tahun, ditemukan sekitar 10 persen wanita masih membawa virus yang aktif dalam vagina dan serviks.


    Menikah muda, kehamilan yang sering, merokok, penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang, serta infeksi menular seksual (IMS) merupakan faktor-faktor pendukung terjadinya kanker serviks.

    Penularan nonseksual dapat juga menyebabkan timbulnya HPV, misalnya penggunaan bersama pakaian yang terkontaminasi dalam jangka waktu lama, ucapnya.


    Masih dijelaskan Yusfa, gejalagejala yang mungkin timbul dari adanya kanker serviks ialah pendarahan melalui vagina, keputihan bercampur darah dan berbau, nyeri di bagian panggul, serta tidak dapat buang air kecil. Kebanyakan infeksi HPV berlangsung tanpa gejala, tandasnya.


    Umumnya sebagian besar infeksi akan sembuh dengan sendirinya. Mereka yang mengalami infeksi persisten, jarang menunjukkan gejala pada stadium awal dan biasanya berkembang menjadi kanker serviks beberapa tahun kemudian. Setelah infeksi HPV, tubuh kita tidak selalu dapat membentuk kekebalan, maka kita tidak terlindungi dari infeksi berikutnya, jelasnya.


    Salah satu cara pencegahan yang perlu dilakukan adalah mencari informasi mengenai kanker serviks dan melakukan vaksinasi. Vaksin adalah salah satu keberhasilan terbesar dari biomedical science dan kesehatan masyarakat. Yusfa mengatakan, dalam mengobati penyakit, beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan vaksin adalah deman berdarah, malaria, herpes simplex virus (HSV), respiratory synticial virus (RSV), dan human papillomavirus virus (HPV). Vaksin HPV adalah vaksin pertama yang diciptakan untuk mencegah kanker.


    Konsultan onkologi, guru besar FKUI, dan Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), Prof M Farid Aziz SpOG (K) - spesialis obstetri-ginekologi (kebidanan-kandungan)" mengatakan, kanker serviks adalah salah satu penyakit kanker yang dapat dicegah, namun lebih dari70 persen penderitanya datang memeriksakan diri dalam stadium lanjut sehingga banyak menyebabkan kematian dikarenakan terlambat ditemukan dan diobati. Pencegahan dengan vaksin merupakan pencegahan dengan cara yang lebih praktis, ujarnya.


    Vaksinasi sangat praktis karena cukup dengan suntikan, tidak memerlukan perlengkapan yang rumit dan mempunyai efektivitas yang tinggi. Vaksinasi merupakan penemuan terkini untuk pencegahan kanker serviks, mampu melindungi dari tipe HPV penyebab kanker utama yaitu tipe HPV 16 dan 18. Sebaiknya untuk pencegahan dini, lakukan vaksinasi kanker serviks sebelum melakukan hubungan seksual pertama kalinya, namun dapat diberikan kepada wanita dewasa dan muda mulai dari usia 10 tahun.


    Gunakan skrining untuk mendeteksi lesi prakanker atau untuk mengetahui tanda-tanda awal kanker serviks sehingga dapat dengan mudah ditangani. Pencegahan sekunder ini bisa dilakukan dengan papsmear. Vaksinasi dengan skrining bersama-sama dapat mengurangi kejadian kanker serviks secara efektif, sarannya.


    (Koran SI/Koran SI/tty)

  • If you've picked some pointers about news that you can put into action, then by all means, do so. You won't really be able to gain any benefits from your new knowledge if you don't use it.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar